BaliDigital.id

'Literasi Digital dari Bali untuk Negeri'

Porang sebagai Tanaman Ekspor yang Cukup Menjanjikan

Denpasar, (NS7) – Porang adalah jenis tanaman yang masuk dalam klasifikasi umbi-umbian dengan nama marga Amorphophallus. Bentuk pohon porang berupa batang tunggal dan semu yang diameternya antara 5 mm hingga 50 mm. Kandungan paling terkenal dari tanaman porang adalah glukomanan yang berada di bagian umbi. Glukomanan berbentuk seperti tepung yang merupakan serat alami dan mudah dilarutkan dengan air. Tanaman porang akan tumbuh subur pada ketinggian antara 100 hingga 600 mdpl. Umumnya, porang membutuhkan naungan dari pohon lain seperti jati dan mahoni agar pertumbuhannya lebih baik.

Tidak mengherankan kalau porang sangat cocok dibudidayakan di sekitar lahan hutan yang masih ditumbuhi banyak pepohonan besar. Bahkan tanpa sengaja ditanam pun sebenarnya tanaman porang dapat dengan mudah ditemukan tumbuh liar di hutan. Anda dapat menjumpai porang di hutan jati, tepi hutan, daerah yang penuh belukar, hutan desa bahkan pekarangan rumah yang banyak ditumbuhi tanaman liar.

Ciri Tanaman Porang

  1. Akar Porang

Tanaman porang memiliki akar primer yang tumbuh dari pangkal batang. Akar tersebut mengalami perkembangan dengan cepat selama 7 sampai 14 hari sebelum nantinya tunas daun akan muncul. Bagi tanaman porang, akar berperan penting dalam penyerapan air dan unsur hara yang berguna untuk pertumbuhan porang. Kegunaan lain adalah sebagai penyokong batang semu agar tetap kuat berdiri.

Keunikan akar porang akan terlihat saat tanaman tersebut memasuki fase istirahat atau stadia dormansi. Pada fase istirahat, akar porang akan mulai mengering dan tidak lagi melakukan tugasnya untuk menyerap bahan makanan tanaman. Lama kelamaan, akar yang tumbuh menutupi bagian umbi akan berkurang sebab umbi mulai tumbuh membesar dan mengeras. Apabila Anda melihat tanda tersebut, berarti porang sudah siap dipanen.

  1. Batang Porang

Apabila batang suweg memiliki kulit yang kasar berbeda halnya dengan batang porang yang cenderung halus karena tidak berduri. Warna batangnya hijau dan dipenuhi bercak putih. Umbi katak atau bubil akan muncul pada setiap pertemuan batang. Katak porang berbentuk bulat memanjang dan berwarna coklat agak kehitam-hitaman.

Nantinya, katak tersebut bisa Anda jadikan sebagai bibit tanaman porang. Batang porang mampu tumbuh meninggi hingga 1,5 meter. Saat tanaman memasuki fase stadia dormansi, batang porang akan layu dan roboh ke tanah. Bukan berarti mati, justru itulah tanda umbi dan katak porang akan tumbuh membesar untuk siap dipanen setelah 2 bulan.

  1. Daun Porang

Tidak seperti tanaman suweg, daun tanaman porang lebih besar dan berbentuk menjari. Daun majemuk ini berjumlah 4 pada setiap batang dan tiap daun majemuknya terdiri hingga 10 helai. Umumnya, daun tanaman porang berwarna hijau muda hingga hijau tua. Namun pada kondisi tanah yang subur, warna daun porang cenderung hijau agak kebiru-biruan. Daun akan mulai menguning ketika tanaman porang memasuki fase istirahat dan lama kelamaan akan mengering.

  1. Bunga Porang

Tanaman porang menghasilkan bunga yang berbentuk menyerupai terompet dan berwarna merah muda saat mekar. Bunga porang akan muncul saat musim hujan dan tumbuh ditopang oleh batang kecil yang tingginya antara 20 cm hingga 30 cm.

Batang bunga tersebut mencuat dari umbi porang yang tidak ditumbuhi oleh daun atau biasa disebut dengan kondisi flush. Satu umbi porang hanya bisa memiliki satu bunga saja. Ketika bunga porang sudah mekar, maka akan terjadi proses penyerbukan. Tanda penyerbukan sudah sempurna dilakukan adalah layunya mahkota bunga dan bengkaknya bagian pangkal. Selain itu, Anda dapat melihat munculnya biji porang yang menyerupai tongkol jagung.

  1. Umbi Katak

Tanaman porang memiliki umbi katak atau bubil yang muncul pada saat porang berumur 2 bulan. Katak akan tumbuh pada bagian ketiak daun dan pangkal daun. Ukuran bubil yang tumbuh pada ketiak daun cenderung lebih kecil dan lonjong. Sedangkan bubil yang muncul pada bagian pangkal daun berukuran lebih besar dan berbentuk bulat.

Saat sudah dipanen, katak porang dapat dijadikan sebagai bibit. Cara penanamannya sangat sederhana karena Anda cukup membenamkan bubil tersebut di lahan yang telah disiapkan. Dalam waktu sekitar 4 tahun, tanaman porang sudah tumbuh dan menghasilkan bunga.

  1. Buah Porang

Buah tanaman porang memiliki warna hijau saat umurnya masih muda lalu kemerahan saat dewasa dan berubah menjadi kehitaman sebagai tanda sudah siap dipanen.

  1. Biji Porang

Di dalam buah porang, Anda akan mendapati biji tanaman porang yang tersusun membentuk satu tongkol berukuran sedang. Satu buah dapat menyimpan dua biji sedangkan setiap satu tongkol, umumnya terdiri dari 100 hingga 300 biji. Biji porang bisa dijadikan alternatif benih selain umbi katak. Tahap penanamannya pun sama mudahnya yaitu dengan memasukkan satu biji porang di setiap lubang tanam berukuran kecil.

  1. Umbi Porang

Umbi porang termasuk jenis umbi tunggal karena hanya ada satu umbi pada tiap batang. Ukuran yang dimiliki umbi dipengaruhi oleh dua faktor yaitu tingkat kesuburan tanah dan umur tanaman porang.

Bisa dibilang bahwa semakin tua umur tanaman dan semakin subur tanahnya maka ukuran umbi akan semakin besar. Ciri-ciri umbi tanaman porang antara lain:

    • Memiliki serat yang halus
    • Memiliki daging umbi yang berwarna kuning agak oranye
    • Memiliki permukaan yang halus dan tidak terdapat bintil-bintil
    • Mengandung glukomanan

Pada umumnya, umbi tanaman porang yang dipanen hanyalah umbi yang berbobot lebih dari 2 kg. Umbi yang beratnya masih kurang dari 2 kg dan berukuran kecil maka akan tetap dibiarkan untuk dipanen pada tahun selanjutnya.

Cara Tanam Porang yang Benar

  1. Tanah

Lahan terbaik untuk menanam porang harus gembur dan tidak boleh basah apalagi becek. Selain itu, pastikan kadar pH tanah antara 6 hingga 7. Struktur tanah juga perlu diperhatikan yaitu harus tanah liat yang berpasir dan tidak ditumbuhi tanaman gulma seperti alang-alang.

  1. Iklim

Sebenarnya, tanaman porang dapat hidup di ketinggian 0 hingga 600 mdpl. Hanya saja, ketinggian paling ideal untuk porang berkisar antara 100 hingga 600 mdpl. Pastikan juga, lahan mendapatkan asupan cahaya sebanyak 60% sampai 70%.

  1. Lingkungan

Kondisi lingkungan berkaitan dengan banyaknya pohon yang dijadikan sebagai peneduh atau naungan tanaman porang. Jenis pohon yang paling bagus yakni mahoni dan jati. Kepadatan pohon tersebut perlu diatur antara 40% hingga 60% sehingga tanaman porang akan tumbuh maksimal. Bisa disimpulkan, semakin rapat naungannya maka akan lebih baik untuk tempat hidup porang.

Teknik Perkembangbiakan Tanaman Porang

Sebelum membahas mengenai tahap penanaman porang, terlebih dahulu Anda harus mengetahui teknik dalam perkembangbiakan porang. Terdapat 3 teknik yang umum diaplikasikan yaitu perkembangbiakan menggunakan katak, umbi, biji.

  1. Penanaman Menggunakan Katak

Cara menanam porang dari katak tidak perlu melakukan pembibitan sebab Anda bisa menanamnya secara langsung. Sebagai permulaan, Anda bisa mencoba menanam 1 kg katak atau bubil yang isinya sekitar 100 buah.

  1. Penanaman Menggunakan Umbi

Terdapat dua jenis bibit yang berasal dari umbi yakni umbi berukuran kecil dan besar. Umbi kecil dihasilkan dari pemangkasan tanaman porang yang dirasa terlalu padat di lahan. Sedangkan umbi besar diambil saat tanaman siap panen dan dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil.

  1. Penanaman Menggunakan Biji

Berbeda dengan katak, perkembangbiakan porang dengan biji harus melewati tahap penyemaian. Biasanya, setiap satu tongkol tanaman porang memiliki 200 hingga 250 biji yang siap disemai.

Teknik Budidaya Tanaman Porang

Apabila Anda tertarik membudidayakan tanaman porang, berikut beberapa tahapan yang wajib dilakukan agar tidak mengalami kegagalan:

  1. Pembersihan Lahan

Tahap pembersihan lahan tidak boleh diremehkan. Anda harus memastikan lahan tersebut bebas dari rumput liar yang akan mengganggu pertumbuhan porang. Rumput harus dicabut sampai akarnya terbawa. Anda bisa membersihkan secara manual dengan menggunakan alat seperti sabit atau mesin pencabut rumput. Alternatif lain adalah memanfaatkan bahan kimia seperti herbisida. Penggunaan herbisida tergolong aman dan efektif mematikan rumput hingga akar.

Setelah rumput tercabut semua, jangan dibuang tapi timbunlah dengan tanah. Nantinya, rumput akan membusuk dan bisa bermanfaat sebagai pupuk alami yang menyuburkan. Tidak hanya rumput, tanaman lain yang menjadi gulma juga harus dihilangkan. Dengan begitu lahan sudah siap untuk ditanami dengan bibit porang.

  1. Persiapan Lahan Tanam dan Penanaman Bibit Porang

Berkaitan dengan persiapan tanam, ada 3 faktor yang penting diperhatikan yaitu waktu penanaman, metode penanaman dan jarak antar bibit tanaman. Waktu penanaman terbaik untuk perkembangbiakan jenis umbi dan katak adalah saat musim kemarau. Sedangkan perkembangbiakan jenis biji dan lainnya sebaiknya dilakukan saat memasuki musim hujan.

Selanjutnya adalah jarak tanam yang nantinya mempengaruhi pemanenan. Apabila Anda menggunakan bibit dari katak, maka beri jarak dalam kisaran 35 cm hingga 80 cm sedangkan jarak untuk bibit dari umbi berkisar 35 cm hingga 90 cm. Anda dapat mengubah jarak antar bibit menjadi 2 atau 3 kali lebih lebar dari jarak awal. Khususnya apabila umbi atau bubil yang dipilih memiliki ukuran yang cukup besar. Penambahan jarak akan memudahkan panen dan memperbanyak jumlah porang yang dipanen.

Langkah langkah untuk mempersiapkan lahan tanam :

    • Memasang ajir atau penegak tanaman yang terbuat dari belahan batang bambu. Pastikan jarak antar ajir sekitar 1 meter x 1 meter khusus untuk bibit dari bubil dan umbi
    • Membuat gundukan atau jalur dengan lebar sekitar 0,5 meter menggunakan alat seperti cangkul
    • Membuat lubang tanam yang ukurannya sekitar 20 cm x 20 cm x 20 cm atau disesuaikan dengan besar kecilnya bibit yang Anda pakai
    • Memupuk tanah yang akan ditanami untuk mempercepat pertumbuhan porang
    • Setelah lahan sudah siap, Anda tinggal memasukkan bibit porang pada lubang yang sudah dibuat. Agar tidak gagal, perhatikan cara menanam bibit tanaman porang berikut ini :
    • Apabila menggunakan benih dari umbi, maka penanaman dilakukan dengan cara membalik maupun tidak membalik tunas. Kedua cara tersebut tetap akan menghasilkan umbi porang yang kualitas dan bobotnya sama
    • Apabila menggunakan benih dari katak atau bubil, maka jangan membalik mata bubil sehingga tanaman dapat tumbuh tanpa kendala
    • Apabila menggunakan benih dari biji yang telah disemai, maka pastikan akar yang dimiliki masih utuh dan tidak rusak. Memasukkan akar ke lubang tanam pun harus hati-hati dan pastikan setelahnya tertutup dengan tanah secara sempurna
  1. Proses Penyiangan

Penyiangan merupakan salah satu cara merawat tanaman porang agar tidak terhambat pertumbuhannya. Waktu terbaik untuk melakukan penyiangan pertama adalah sebulan setelah Anda menanam benih porang.

Setelah itu, lakukan penyiangan secara rutin terutama saat tanaman gulma bermunculan di sekitar porang. Penyiangan dapat dilakukan menggunakan bantuan alat maupun bahan kimia. Apabila memanfaatkan bahan kimia, maka jangan disiangi ketika porang masuk siklus vegetatif. Seperti halnya saat pembersihan lahan tanam, rumput dan tanaman gulma lain dari hasil penyiangan harus ditimbun dalam tanah. Tujuannya adalah agar membusuk secara alami dan menjadi pupuk organik yang penuh nutrisi.

  1. Pemupukan dan Pendangiran

Jenis perawatan lain adalah memberikan pupuk secara berkala. Waktu paling ideal untuk memupuk tanaman porang adalah setelah lahan disiangi sehingga tidak ada gulma yang ikut menyerap nutrisi dari pupuk.

Selain itu, pastikan memberikan pupuk saat tanaman porang berada dalam fase vegetatif. Setidaknya tanaman porang akan memasuki fase tersebut sebanyak 3 kali sebelum akhirnya dipanen. Terdapat 2 jenis pupuk yang umum digunakan yaitu pupuk organik dan anorganik. Pupuk organik yang difermentasi diberikan pada tahap pemupukan awal. Sedangkan pupuk anorganik seperti NPK bisa diberikan saat porang sudah tumbuh besar.

Tidak hanya pemupukan, perawatan dengan pendangiran juga dibutuhkan. Bagi yang belum familiar, pendangiran adalah proses penggemburan tanah agar umbi porang yang dihasilkan lebih berbobot dan berkualitas. Cara melakukan pendangiran yaitu dengan membolak-balikkan tanah menggunakan cangkul atau sekop sambil ditambahkan pupuk. Proses tersebut harus dilakukan dengan ekstra hati-hati supaya akar tanaman porang tidak rusak.

  1. Penanggulangan Hama dan Penyakit

Tanaman porang paling sering diserang oleh jenis hama seperti nematoda, belalang, ulat araechenes dan ulat makasar orcetti. Kedua ulat tersebut merupakan jenis ulat yang memang biasa menyerang umbi-umbian. Sedangkan penyakit yang mengancam tanaman porang antara lain batang semu yang membusuk dan daun yang layu serta kering. Penyebab umum dari penyakit tersebut yaitu Rhyzoctonia sp, Sclerotium sp dan Cercospora sp yang semuanya adalah jenis jamur.

Bagaimana cara mengatasinya? Anda bisa menggunakan karbofuran yang merupakan bahan kimia untuk membasmi hama pengancam pertumbuhan tanaman. Penanggulangan untuk jamur penyebab penyakit bisa dengan memanfaatkan fungisida Benlate dan Ridomil. Anda harus mengecek secara rutin kondisi fisik tanaman porang. Dengan begitu, Anda bisa langsung mengambil langkah pencegahan dan penanggulangan sebelum tanaman porang mati.

  1. Pemanenan

Panen perdana dapat dilakukan saat tanaman porang berumur 2 tahun terhitung dari sejak bibit ditanam. Ciri-ciri tanaman yang siap dipanen adalah daun yang sudah mengering dan jatuh. Sebaiknya, panenlah umbi yang berukuran lebih dari 1 kg. Umbi yang masih kecil harus diambil setahun setelahnya ketika bobot sudah melebihi 1 kg. Tahap panen selanjutnya dapat dilakukan sekali dalam setahun.

Manfaat Tanaman Porang

  1. Mencegah Penyakit Diabetes

Kandungan glukomanan dalam tanaman porang memiliki dampak positif untuk mencegah penyakit diabetes. Sebab, glukomanan dapat menurunkan kadar gula dalam darah yang terlalu berlebihan. Oleh sebab itu, porang sangat cocok dijadikan makanan tambahan bagi para penderita diabetes. Cara mengkonsumsinya beragam salah satunya yaitu dicampur dengan bahan lain seperti ginseng sehingga khasiatnya akan lebih banyak.

  1. Menurunkan Berat Badan

Bagi Anda yang sedang diet maupun menjaga berat badan, tanaman porang dapat dijadikan salah satu alternatif pengganti nasi. Kandungan karbohidratnya mampu memenuhi kebutuhan tubuh dan membuat Anda kenyang dalam waktu yang lebih lama. Selain itu, Anda juga bisa mengonsumsi porang dalam bentuk suplemen. Setiap suplemen mengandung glukomanan dari umbi tanaman porang yang sudah ditakar sesuai porsi. Dengan mengkonsumsi secara rutin, maka 1.200 kalori mampu dibakar.

  1. Mencegah Penyakit Jantung

Tidak disangka tanaman porang bermanfaat untuk menjaga jantung tetap sehat. Oleh sebab itu, disarankan untuk mengonsumsi porang secara berkala terutama bagi Anda yang memiliki permasalahan pada jantung. Selain itu, porang juga berkhasiat melancarkan peredaran darah sekaligus mengusir kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan memiliki sirkulasi darah yang lancar maka Anda akan terhindar dari resiko penyumbatan pembuluh darah.

  1. Menurunkan Risiko Kanker Usus

Seperti tanaman umbi-umbian pada umumnya, porang juga mengandung serat yang cukup tinggi. Tidak mengherankan apabila porang berkhasiat menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat sekaligus mencegah sembelit. Dengan memiliki organ pencernaan yang bagus maka akan meminimalisir terjadinya kanker usus. Peradangan pada bagian usus juga dapat dicegah terlebih lagi porang bersifat anti-inflamasi.

  1. Menjernihkan Air

Apabila Anda sering menghadapi masalah air yang kotor dan keruh maka porang bisa dijadikan solusi sebagai bahan penjernih alami. Kandungan glukomanan pada tanaman porang ampuh membersihkan air dan menjadikannya jernih kembali. Tidak perlu khawatir soal efek samping karena kandungan dalam porang akan larut sendirinya di dalam air tanpa menimbulkan bahaya.

Porang Tanaman Ekspor

Tanaman porang merupakan salah satu komoditas ekspor yang cukup menjanjikan. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor antara lain Jepang, Vietnam, China, Taiwan dan Australia. Mereka memanfaatkan kandungan porang untuk pembuatan bahan makanan dan kosmetik.

Harga porang untuk satu umbi yang beratnya bisa 4 kg adalah Rp2.500. Asumsikan dalam lahan seluas satu hektar, Anda menanam 6000 bibit tanaman porang dan semuanya berhasil tumbuh. Maka, sekali panen bisa mendapatkan 24 ton atau sekitar 60 juta rupiah. Apabila umbi porang dijual basah, harga di pasaran bisa mencapai Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Nominalnya akan melejit saat Anda menjualnya setelah dikeringkan yakni antara Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram. Berbeda lagi apabila dijual dan diekspor dalam bentuk tepung. Harga tepung porang bisa tembus 200 ribu rupiah hingga 400 ribu rupiah per kilogram.

Bahkan harganya melambung sampai 1 juta rupiah lebih apabila tepung yang dibuat murni mengandung glukomanan tanpa bahan campuran. Biasanya negara yang paling sering mengimpor tepung umbi porang adalah Jepang. Apakah Anda bertanya-tanya sebenarnya porang tanaman untuk apa sampai laris di Jepang? Masyarakat Jepang sering menggunakan porang untuk membuat konnyaku.

Bahan makanan tersebut memiliki tekstur kenyal mirip agar-agar dan mengandung serat yang tinggi. Tidak mengherankan kalau umbi poranglah yang dipilih karena kandungan glukomanannya memang sumber serat dan zat bermanfaat lain bagi kesehatan. Tercatat bahwa belakangan ini, ekspor porang sangat gencar karena permintaan pasar luar sangat tinggi. Dalam sekali kirim, total porang bisa mencapai 255 ton yang menghasilkan uang hingga 11 miliar rupiah lebih.

Permintaan yang selalu naik tidak diimbangi dengan penyediaan di dalam negeri. Sebab, belum banyak yang membudidayakan tanaman porang dan masih menganggap tanaman tersebut tidak memiliki nilai ekonomis. Maka dari itu, sebuah peluang yang sangat bagus bagi Anda yang ingin berbisnis dan meraup keuntungan fantastis. Hanya perlu ketekunan dan modal yang tidak terlalu besar, Anda bisa mengekspor porang sekaligus memanfaatkannya untuk membuat barang atau jajanan dalam negeri.

Sumber : petanidigital.id
(ACP/ESS)

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF