BaliDigital.id

'Literasi Digital dari Bali untuk Negeri'

Pahami, Faktor Risiko yang Memicu Kelahiran Prematur

Denpasar, (NS7) – Bayi lahir prematur menjadi ketakutan terbesar para calon orangtua. Bayi dikatakan lahir prematur ketika ia terlahir lebih dari tiga minggu sebelum perkiraan hari persalinan. Dengan kata lain, kelahiran prematur adalah kelahiran yang terjadi sebelum usia kandungan mencapai minggu ke-37 kehamilan. Bayi lahir prematur berisiko tinggu mengalami masalah medis dna komplikasi serius. Semakin dini bayi lahir, semakin tinggi risiko komplikasi medis tersebut.

Apa yang memicu bayi lahir prematur?

Menurut dokter spesialis Obstetri dan Ginekolog Salena Zanotti, ada beberapa faktor risiko lain yang dapat menyebabkan kelahiran prematur. Beberapa faktor risiko tersebut ada yang bisa dikendalikan dan ada pula yang tidak bisa dikendalikan.

“Wanita yang telah mengandung beberpa kali biasanya berisiko mengalami kelahiran prematur,” ucapnya.

Karena itu, mereka perlu mendapatkan pemantauan ketat sebagai tindakan pencegahan.

“Wanita yang hamil di usia yang sangat muda, serta wanita yang hamil setelah usia 35 tahun, juga berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur,” katanya.

Selain itu, gaya hidup juga dapat berperan. Karena itulah, wanita hamil harus menghindari merokok, alkohol, dan penggunaan obat-obatan rekreasional. Wanita yang telah menjalani prosedur perawatan serviks karena masalah pra-kanker juga bisa mengalami kelahiran prematur.

“Jika Anda pernah menjalani prosedur serviks seperti pap smear dan mengalami perubahan akibat prakanker, Anda berisiko lebih tinggi mengalami kelahiran prematur,” kata Zanotti.

Zanotti juga berkata wanita yang pernah melahirkan prematur sebelumnya memiliki risiko lebih tinggi pada kehamilan berikutnya. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa penggunaan suntikan progesteron dapat secara signifikan mengurangi risiko kelahiran prematur. Karena itu,metode ini juga banyak disarankan dokter.

“Ada banyak penelitian yang sedang dilakukan untuk menemukan cara mengurangi risiko kelahiran prematur,” ungkap Zanotti.

Namun, cara terbaik untuk mencegah kelahiran prematur adalah menerapkan gaya hidup yang baik untuk memastikan seorang wanita dalam kondisi paling sehat dan perawatan prenatal rutin. Wanita hamil juga perlu melakukan pemeriksaan kehamilan rutin dan berkonsultasi dengan Ob/Gyn Anda untuk menghindari masalah selama kehamilan.

Sumber : Kompas.com
(GC)

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF