BaliDigital.id

'Literasi Digital dari Bali untuk Negeri'

Oppo Sempurnakan Teknologi Kamera Selfie Bawah Layar

Denpasar, (NS7) – Pada 2019 lalu, Oppo sempat memamerkan ponsel yang mengusung kamera depan yang dipasang di bawah permukaan layar, atau diistilahkan Oppo dengan “under screen camera (USC)”. Berselang dua tahun sejak pertama dipamerkan, Oppo akhirnya resmi meluncurkan teknologi under screen camera generasi terbarunya hari ini, Rabu (4/8/2021). Teknologi USC generasi baru ini diklaim mampu memberikan pengalaman melihat layar ponsel yang lebih luas, karena tidak ada poni sebagai rumah kamera selfie, tanpa mengorbankan kualitas hasil foto pada kamera depan.

Hal tersebut bisa dicapai Oppo dengan menggabungkan inovasi hardware dan algoritma Artificial Intelligence (AI) terbaik yang dimiliki Oppo saat ini. Dan selama pengembangannya, teknologi kamera bawah layar baru ini berhasil memecahkan berbagai tantangan teknis, mulai dari inkonsistensi layar pada area kamera depan, kualitas gambar yang dihasilkan, dan permasalahan dengan kualitas ponselnya itu sendiri. “Namun, para developer OPPO berhasil mengeksplorasi dan menghasilkan keseimbangan desain yang dapat menghasilkan perangkat tipis dengan layar penuh,” kata Oppo, dalam keterangan tertulis yang diterima KompasTekno, Rabu.

Dari situ, teknologi USC generasi terbaru ini mampu menggantikan kamera selfie tradisional yang biasanya berbentuk tetesan air atau lubang kecil, menjadi kamera yang dibenamkan di bawah layar.

Secara total, terdapat empat inovasi baru yang diberikan Oppo pada teknologi kamera bawah layarnya, detailnya adalah sebagai berikut:

  1. Piksel Geometri

Teknologi under screen camera baru Oppo ini menghadirkan solusi baru untuk mengecilkan ukuran setiap piksel tanpa mengurangi jumlah piksel di layar. Meski dikecilkan, Oppo mengklaim layar ponsel yang menggunakan teknologi USC terbaru ini masih akan memiliki kerapatan piksel 400 PPI, bahkan di area sekitar kamera depannya.

  1. Pemasangan kabel transparan

OPPO mengganti kabel layar tradisional dengan kabel transparan yang baru. Kabel ini dibuat melalui proses manufaktur presisi tinggi, di mana lebar kabel dapat dikurangi hingga 50 persen. Oppo mengklaim, pemasangan kabel transparan ini akan menghasilkan kualitas tampilan yang jauh lebih mulus pada layar ponsel.

  1. Peningkatan akurasi layar, warna, dan kecerahan

Oppo juga menjelaskan, teknologi under screen camera generasi terbaru ini juga menggunakan teknologi layar eksklusif, di mana pada setiap rangkaian piksel hanya menggerakkan 1 piksel (“1-ke-1”). Lihat Foto Teknologi USC terbaru Oppo diklaim bisa menghasilkan kecerahan layar yang tepat dan memberikan tampilan huruf yang lebih akurat.(Oppo Indonesia) Teknologi layar tersebut, kata Oppo, berbeda dengan standar industri ponsel yang saat ini digunakan, di mana layar menggunakan sirkuit 1 piksel untuk menggerakkan 2 piksel (“1-ke-2”) di area layar di atas kamera.

Nah, ketika teknologi layar sirkuit piksel “1-ke-1” Oppo ini dikombinasikan dengan teknologi kompensasi algoritmik yang tepat, memungkinkan mendapatkan hasil kromatisitas (kualitas warna) dan kecerahan di keseluruhan layar denganbaik. Dengan penyimpangan hanya sebesar 2 persen. “Untuk penggunaan seperti membaca buku digital atau melihat peta navigasi, teknologi ini memungkinkan tampilan huruf dalam ukuran kecil lebih akurat, dan detail tekstur warna yang lebih baik,” kata Oppo.

  1. Peningkatan masa pakai layar

Dengan pengenalan sirkuit piksel “1-ke-1” dan algoritma pengoptimalan khusus, teknologi USC generasi terbaru ini diklaim mampu memberikan tampilan yang lebih baik di area sekitar kamera bawah layar. Selain itu juga dapat meningkatkan masa pakai layar hingga 50 persen.

AI untuk foto yang lebih baik

Berkaitan dengan kamera di bawah layar, Oppo mengatakan, para  developer perusahaan telah mengembangkan serangkaian algoritma AI, termasuk pengurangan difraksi, HDR, dan Auto White Balance. Algoritma AI itu dapat mengurangi beberapa efek yang biasa ditemukan pada hasil foto dari kamera di bawah layar, seperti gambar yang buram dan berpendar (fluorescence).

Oppo juga membuat pengurangan difraksi berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan menggunakan puluhan ribu gambar untuk mengontrol difraksi pada sumber cahaya, sehingga memungkinkan pengguna menangkap gambar lebih jelas dan alami.

Meski sudah diperkenalkan sejak 2018, Oppo belum juga menelurkan ponsel pertama garapannya yang mengusung teknologi kamera selfie di bawah layar ini. Saat ini, Oppo mengaku masih akan melanjutkan penelitian dan pengembangan dalam desain hardware dan kemampuan pemrosesan algoritma, yang bisa lebih mengoptimalkan teknologi kamera bawah layar. Tujuan ialah untuk menghadirkan sistem kamera bawah layar dengan tampilan yang lebih luas dan imersif bagi pengguna Oppo.

Sumber : kompas.com
(GC)

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF