BaliDigital.id

'Literasi Digital dari Bali untuk Negeri'

7 Tanda Kamu Pintar Secara Emosional

Denpasar, (NS7) – Seorang psikolog sekaligus penulis, Daniel Goleman mengungkapkan bahwa manusia memiliki kecerdasan emosi (EQ) yang tersusun oleh lima kemampuan dasar. Lima kemampuan itu yaitu kemampuan mengenali emosi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi diri sendiri, kemampuan untuk memotivasi diri, kemampuan untuk memahami emosi orang lain, dan keterampilan menjalin interaksi dengan orang lain.

Melansir laman platform edukasi Quipper, kecerdasan emosional mengacu pada kemampuan untuk memahami, mengendalikan, dan mengevaluasi emosi. Beberapa peneliti melaporkan bahwa kecerdasan emosional dapat dipelajari dan diperkuat, sementara ada yang mengklaim itu adalah karakteristik bawaan. Mengetahui tingkat kecerdasan emosi dinilai penting, karena kecerdasan tersebut memengaruhi kamu dalam bersosialisasi dengan orang lain.

Bila tingkat EQ rendah, umumnya membuat seseorang kesulitan menjalankan hidup sebagai individu yang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Berikut sejumlah tanda kalau kamu memiliki kecerdasan emosi yang baik:

  1. Memiliki keinginan untuk mengerti keadaan orang lain.
  2. Penasaran dengan cara orang lain menjalani kehidupannya.
  3. Sadar akan kelebihan dan kekurangan diri sendiri.
  4. Berfokus di masa sekarang, ketimbang masa lalu atau masa depan.
  5. Berusaha memahami suasana hati kamu dan mengubahnya ketika suasananya buruk.
  6. Menyelesaikan masalah dengan orang lain ketimbang menunda-nundanya.
  7. Motivasi muncul dari dalam diri sendiri, bukan dari luar.

Untuk melihat tingkat kecerdasan emosi, kamu bisa mengikuti tes secara gratis yang disediakan Quipper melalui Tes Kecerdasan Emosi. Kamu cukup meluangkan waktu 10 menit untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada di laman ini.

Tips mengasah kecerdasan emosional

Jika kamu memiliki masalah dalam pengendalian emosi, terdapat beberapa cara yang dapat kamu lakukan, di antaranya:

  1. Minta masukan dari orang terdekat

Pandangan orang lain bisa menjadi informasi yang berharga untuk mengenal karakter diri. Kamu bisa menanyakan informasi tentang emosimu seperti bagaimana mereka menilaimu saat kamu marah, atau hal-hal umum seperti kekuatan dan kelemahanmu di mata mereka.

  1. Melatih pernapasan

Emosi berkaitan erat dengan pernapasan. Misalnya saat kamu marah maka kamu bernafas semakin cepat. Oleh karena itu, untuk mengendalikan emosi, kamu bisa mulai dengan mengendalikan pernapasanmu. Mulailah untuk membiasakan diri dengan bernapas menggunakan diafragma dan bukan dada, bernapas dalam dan hembuskan perlahan. Kamu dapat melakukannya secara rutin. Kamu juga bisa mencari informasi tambahan mengenai teknik pernapasan yang baik ya.

  1. Fokus pada tujuan pribadi

Seringkali motivasi kita bisa seketika runtuh oleh komentar negatif orang lain. Komentar-komentar negatif inilah yang akan mempengaruhi perasaanmu nanti. Maka berlatihlah untuk fokus pada tujuan pribadimu daripada hanya mendengar pendapat orang lain. Yakinlah bahwa kamu yang akan paling menikmati buah dari hasil jerih payah selama ini. Kamu juga perlu secara teratur mengafirmasi diri, yaitu berdialog dengan dirimu sendiri menggunakan kata-kata positif bahwa kamu pasti bisa menyelesaikan tanggung jawabmu.

  1. Selalu berpikiran positif

Terkadang, kita menilai orang lain tanpa disertai dengan alasan yang kuat. Seperti menilai seseorang sombong karena ia tidak menoleh saat kamu sapa, tetapi mungkin juga karena dia memang tidak mendengar. Maka cobalah untuk selalu baik sangka kepada orang lain. Dengan demikian kamu akan lebih terbuka untuk dapat memahami orang lain apa adanya, dan bukan bisikan prasangkamu semata. Namun, tentu saja tetap waspada terutama terhadap orang yang belum kamu kenal ya.

  1. Menjadi pendengar yang baik

Salah satu hal mendasar yang penting dalam membangun hubungan adalah kemampuan mendengarkan. Orang-orang merasa nyaman untuk bercerita bahkan curhat kepada sosok yang mampu mendengarkan seutuhnya, tanpa menyela, dan tanpa menghakimi.

Menumbuhkan kemampuan mendengar yang baik menjadi modal penting untuk membuat orang lain nyaman ketika berada di dekatmu. Untuk melengkapinya, kamu bisa belajar mengembangkan pertanyaan yang berfokus pada rekan bicaramu. Buatlah mereka bicara tentang diri sendiri dan dengarkan dengan baik, maka mereka akan nyaman bersamamu.

Sumber : kompas.com
(GC)

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF