BaliDigital.id

'Literasi Digital dari Bali untuk Negeri'

11 Gejala Hepatitis yang Tak Boleh Disepelekan

Denpasar, (NS7) – Hepatitis adalah penyakit peradangan yang menyerang organ hati atau liver. Penyebab hepatitis biasanya berasal dari infeksi virus, gangguan autoimun, sampai konsumsi alkohol berlebihan. Sebelum menyimak beberapa gejala hepatitis, kenali dulu apa itu penyakit hepatitis.

Apa itu hepatitis?

Melansir Healthline, hepatitis adalah kondisi saat hati atau liver mengalami peradangan. Seperti disinggung di atas, penyebab hepatitis utamanya berasal dari infeksi virus hepatitis A, B, C, D, atau E. Namun, ada juga jenis hepatitis yang disebabkan efek samping obat-obatan tertentu, paparan zat kimia beracun, konsumsi alkohol berlebihan, sampai penyakit autoimun.

Perlu diketahui, hati adalah organ terbesar kedua di dalam tubuh. Organ ini terletak di perut kanan bagian atas. Fungsi utama hati yakni mengatur metabolisme seperti memproduksi empedu, menyaring racun, memecah karbohidrat sampai protein, hingga mengatur aktivitas enzim. Saat hati mengalami peradangan, fungsinya bisa terganggu dan penderita bisa merasakan sejumlah gejala penyakit.

Gejala hepatitis

Melansir NHS, terdapat beberapa gejala hepatitis yang jamak dirasakan penderitanya, antara lain:

  • Nyeri otot dan sendi
  • Suhu tubuh meningkat atau demam
  • Tidak enak badan
  • Kelelahan tanpa sebab jelas
  • Badan terasa sakit
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit perut
  • Urine berwarna gelap
  • Kotoran buang air besar (tinja) pucat
  • Kulit gatal-gatal tanpa sebab jelas
  • Kulit mengunging, termasuk bagian mata yang berwarna putih

Konsultasikan ke dokter jika Anda mendapati gejala hepatitis di atas. Di tahap awal penyakit, penderita biasanya tidak merasakannya. Gejala hepatitis baru muncul setelah penyakit berkembang dan fungsi hati menurun secara drastis. Komplikasi penyakit ini bisa menyebabkan pembengkakan kaki, kebingungan, sampai muntah darah.

Cara mendeteksi penyakit hepatitis

Jika ditengarai ada gejala hepatitis, dokter biasanya akan bertanya riwayat kesehatan pasiennya terkait kemungkinan tertular penyakit ini. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat ada tidaknya pembengkakan liver sampai perubahan warna di kulit. Selain itu, untuk menegakkan diagnosis pasien juga akan diminta menjalankan tes fungsi hati, tes darah, USG, sampai biopsi.

Sumber : kompas.com
(GC)

Print Friendly, PDF & Email
   Send article as PDF